Sejarah Nabi Muhammad
November 21st, 2012 // 3:47 pm By eng koh
Muhammad SAW berasal dari kalangan suku Quraisy. Ayahnya bernama Abudllah bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab ibn Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah beliau sampai pada Nabi Ismail as dan Nabi Ibrahim as.
Muhammad SAW lahir di Mekah Al-Mukarammah pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal, bertepatan dengan 20 April 571 M pada tahun Gajah. Disebut tahun Gajah, karena pada saat beliau lahir, Mekah diserang oleh Abrahah yang bermaksud menghancurkan Ka’bah dengan menggunakan pasukan gajah yang besar. Tetapi serangan Abrahah gagal karena pasukan Abrahah itu diserang penyakit mengerikan. Penyerangan Abrahah ke Mekah ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Fil.

Sejarah Kisah Nabi Muhammad
Muhammad SAW dilahirkan sebagai yatim. Ayahnya Abdullah wafat tiga bulan setelah menikahi ibunya. Nama Muhammad merupakan pemberian kakeknya, Abdul Muthalib. Sebuah nama yang tidak lazim dan populer di kalangan suku Quraisy saat itu. Beliau beberapa hari disusui oleh Tsuwaibah, sahaya Abu Lahab, kemudian dilanjutkan penyusuan dan pengasuhannya oleh Halimah al-Sa’diyah.
Ketika Muhammad berusia 6 tahun, Aminah binti Wahab, yang merupakan Ibu kandung Muhammad wafat, sehingga Muhammad diasuk kembali oleh Abdul Muthalib. Namun, selang dua tahun kemudian, ketika Muhammad berusia 8 tahun, kakeknya, Abdul Muthalib pun wafat. Sejak itu, Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib, seorang putera Abdul Muthalib.
Ketika Muhammad berusia 12 tahun, beliau mengikuti pamannya Abu Thalib ke Syria untuk berdagang. Dalam perjalanannya itu, mereka bertemu dengan seorang ahli kitab yang bernama Buhaira. Pendeta itu sejenak memandangi Muhammad dan Buhaira melihat ada tanda-tanda kenabian dalam diri Muhammad seperti yang termaktub dalam kitab suci yang dipercayainya. Karena itu, Buhaira berpesan kepada Abu Thalib agar melindungi Muhammad dari orang-orang Yahudi di Syiria, karena jika mereka melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad, mereka mungkin akan mencelakainya atau bahkan membunuhnya. Mengerti akan hal itu, Abu Thalib mempersingkat perjalanan dagangnya di Syiria dan kembali secepatnya ke kota Mekah.
Ketika Muhamamad berusia 15 tahun, di Mekah terjadi perang Fijar antara suku Quraisy dan kabilah Hawazin. Muhammad berperan sebagai pemungut anak panah yang dilontarkan pihak musuh. Empat tahun kemudian, perang Fijar berakhir dan terjadi kesepakatan damai yang melahirkan hilf al-fudhul. Muhammad merupakan anggota termuda pada organisasi itu.
Sebagian besar masa remaja Muhammad dihabiskan dalam kegiatan sosial dan bekerja sebagai penggembala kambing-kambing milik penduduk Mekah. Menginjak usia 24 tahun, Muhammad SAW bergabung dengan pengusaha kaya Siti Khadijah untuk melakukan perjalanan bisnis ke Syiria. Muhammad menunjukkan bakatnya sebagai pedagang dengan tutur kata yang lembut ketika menawarkan dagangannya untuk menarik calon pembeli. Kesuksesan didapat Muhammad karena barang dagangannya laku keras.
Ketika Muhammad berusia 25 tahun, Khadijah terkesan dengan sikap tulus dan kejujuran dalam kepribadian Muhammad. Sehingga, Khadijah meminang Muhammad untuk menjadi suaminya. Khadijah berusia 40 tahun ketika itu dan Ia pernah menjadi janda dua kali. Dan akhirnyapun mereka menikah, namun tidak dikaruniai keturunan selama pernikahannya.
Menginjak usia 35 tahun, beliau mendapatkan gelar Al-Amin yang berarti yang dapat dipercaya, yang diberikan oleh kalangan suku-suku Arab karena beliau memiliki sifat dan budi pekerti yang luhur, terpercaya. Ini terjadi ketika beliau menyelesaikan perdebatan antara kaum Quraisy tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah, Muhammad memberikan solusi terbaik dan mampu menyelesaikan masalah tersebut.
Muhammad memiliki tutur kata yang lembut, bijaksana dan selalu mendengarkan perkataan orang, karena sifatnya yang sedikit pemalu dan sopan, Ia menjadi sering mendengarkan daripada banyak bicara. Untuk menenangkan hatinya, beliau sering menyendiri dan pergi ke Gua Hira, kadang memikirkan hal-hal yang diluar otak manusia. Berkaitan dengan alam semesta, meskipun beliau tidak memiliki pendidikan apapun, tetapi ini adalah gerakan hatinya.Tatkala Muhammad berusia 40 tahun dan sedang menyendiri di gua Hira, tepat pada malam 17 Ramadhan, 610 M, Beliau dikunjungi malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu pertama, yaitu lima ayat surat Al-alaq. Dengan turunnya wahyu tersebut, Muhammad resmi menjadi utusan Allah (Rasulullah) yang bertugas menyampaikan risalah Allah, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan bahwasannya Muhammad itu utusan Allah.
Misi Nabi Muhammad SAW adalah menmenyampaikan wahyu yang diterimanya kepada seluruh umat manusia untuk menyembah satu Tuhan (Allah SWT). Pada awalnya hanya kepada orang-orang terdekatnya saja secara diam-diam untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah sang Maha Hidup dan Maha Pencipta alam semesta. Kemudian beliau mulai semi terbuka dalam penyampaiannya, kepada lingkup keluarga yang lebih luas atau saudara-saudara seperjuangannya. Sesuai dengan yang termaktub dalam Surah al Syu’ra ayat 214. Sedikit demi sedikit, beliau akhirnya berdakwah secara terbuka, namun beliau mendapat cibiran dan tantangan yang keras dari kaum Quraisy dengan ancaman pembunuhan Muhammad jika beliau masih berdakwah tentang Islam.
Ketika Muhammad berusia 50 tahun, Khadijah sang istri yang sangat dicintainya wafat. Selain itu, pammannya Abu Thalib juga wafat dan meninggalkan beliau. Setelah meninggalnya dua orang yang sangat mendukung dan melindunginya, Muhammad mendapat tekanan yang sangat berat dengan semakin beringasnya kaum Quraishy ingin membunuhnya.
Selang setahun kemudian, menginjak usia 51 tahun, Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk hijrah ke Madinah, yang dikenal dengan Isra’ Mi’raj tepat pada 27 Rajab tahun 11 setelah kenabian atau 1 tahun sebelum hijrah. Selama perjalannya itu, Muhammad mendapatkan perintah tentang shalat wajib lima waktu, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di Madinnah, Muhammad mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa, karena sebagian besar masyarakat Madinnah mau menerima ajaran Islan dan menjadi pengikut Nabi. Di Madinah, Nabi Muhammad SAW dengan bebas berdakwah menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah melalui malakat Jibril kepada semua masyarakat Madinah. Beliau melakukan pembinaan intensif terhadap masyarakat muslim Madinah yang baru terbentuk. Beliau meletakkan dasar-dasar kemasyarakatan dengan nilai dan norma yang mengatur manusia dan masyarakat dalam hal yang berkaitan dengan sosial, peribadatan, ekonomi dan politik yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunah.
Sembilan tahun kemudian, ketika Nabi Muhammad SAW menginjak usia 60 tahun, tepatnya 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah, Muhammad SAW memimpin 10.000 pasukan menuju Mekah, setelah kafir Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah.. Peristiwa ini disebut Futuh Mekah atau pembebasan kota Mekah. Tepat pada usia 63 tahun, pada hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H atau 8 Juni 632 M, Nabi Muhammad SAW wafat, karena beliau menderita sakit demam beberapa hari.
Suka Artikel tentang Sejarah Nabi Muhammad?
Like This yaa..
Terima Kasih
Belum puas membaca artikel tentang Sejarah Nabi Muhammad?
Kamu butuh ilmu lainnya?
Baca dulu artikel lainnya pada rubrik Biografi.
Suatu saat jika Anda punya bisnis yang ingin dikembangkan, jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan Jasa SEO di sini.
Pelajari apa itu SEO di sini.
Share your thoughts
Category : Biografi

