Strategi Distribusi Pemasaran
April 30th, 2013 // 2:55 am By eng koh
Distribusi adalah salah satu strategi pemasaran klasik “4 P” (produk, promosi, harga, penempatan alias “distribusi”). Ini adalah elemen kunci dalam seluruh strategi pemasaran. Menetapkan strategi distribusi yang paling tepat adalah kunci utama untuk sukses, yang didefinisikan sebagai memaksimalkan penjualan dan keuntungan. Sayangnya, banyak perusahaan-perusahaan sering kali gagal untuk membentuk atau mempertahankan strategi distribusi yang paling efektif. Identifikasi masalah yang sering timbul dalam strategi distribusi meliputi:
1. Keengganan untuk membangun saluran distribusi yang berbeda untuk produk yang berbeda
2. Takut memanfaatkan berbagai saluran, khususnya dalam penjualan langsung atau semi-langsung, karena kekhawatiran tentang erosi dari loyalitas distributor atau kanibalisme antar saluran
3. Kegagalan untuk secara berkala memperbarui strategi distribusi
4. Kurangnya kreativitas dan resistensi terhadap perubahan
Internet adalah media yang mampu menciptakan perubahan dalam hal strategi distribusi konvensional dan menciptakan hubungan baru antara produsen dan distributor. Selain itu, internet juga dapat menekan biaya dan meningkatkan efektifitas sistem distribusi serta menjangkau pemasaran yang lebih luas.
Dalam kaitan untuk meningkatkan strategi distribusi, dapat dilakukan dengan:
1. Pemetaan produk kepada pengguna akhir
2. Menentukan preferensi saluran pelanggan dan membandingkan preferensi dengan ketersediaan aktual
3. Merekomendasikan saluran baru
4. Meneliti strategi pesaing, membandingkan efektivitas mereka dengan produk serta cara kerja sendiri
5. Wawancara rahasia dengan mitra distribusi untuk mengidentifikasi daerah dalam upaya perbaikan, serta mendorong kekuatan yang ada agar lebih maksimal

Strategi Saluran Distribusi Pemasaran
Sangat penting untuk melakukan evaluasi terhadap saluran pemasaran dan juga membuat saluran distribusi yang baru untuk memperluas pasar dan konsumen yang baru. Terutama jika perusahaan mengeluarkan produk baru atau menerapkan cara yang lebih agresif dalam mengembangkan pasar bisnis, dengan melakukan evaluasi bagaimana pengguna akhir membeli produk perusahaan.
Ada beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam menerapkan strategi distribusi yang baik, dengan memperhatikan pengguna akhir dalam segmen pasar tertentu.
- Bagaimana dan di mana pengguna lebih memilih untuk membeli
- Apakah mereka membutuhkan pendidikan dan pelatihan pribadi
- Apakah mereka membutuhkan produk atau jasa tambahan
- Apakah produk anda perlu disesuaikan atau dipasang atau perlu diservis
Jika pengguna akhir memerlukan banyak informasi dan pelayanan, perusahaan dapat mengirimkannya langsung melalui tenaga penjualan. Selain itu, perusahaan juga dapat membangun sebuah saluran reseller atau konsultan yang berkualitas. Ukuran pasar dan harga mungkin akan menentukan skenario mana yang terbaik. Jika proses pembelian cukup mudah, perusahaan dapat menjual langsung melalui website / katalog atau mungkin melalui struktur grosir / eceran. Perusahaan juga dapat menggunakan kelompok telemarketing inbound atau bidang tim penjualan.
Macam Jalur Distribusi Barang dan Jasa
Langsung ke Pengguna Akhir
Anda memiliki tim penjualan yang menjual langsung ke perusahaan A. Selain itu, anda memiliki lini produk kedua untuk usaha kecil sebagai tim penjualan, anda juga menjual produk langsung ke pengguna akhir melalui website anda dalam kampanye pemasaran.
Maka, dapat dikatakan bahwa anda memiliki dua pasar dan dua saluran distribusi.
Menjual Melalui Jaringan Dealer
Anda menjual produk melalui jaringan dealer yang menjual ke pengguna akhir di daerah tertentu. Dealer Anda pada dasarnya adalah pelanggan anda, dan anda memiliki program yang kuat untuk melatih dan mendukung mereka dengan kampanye pemasaran.
Menjual Melalui Pertambahan Nilai Penjualan
Strategi ini sering sekali dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Misalnya perusahaan A menjual produk modem dan Perusahaan B menjual kartu modem, dan kemudian menambahkan produk perusahaan A dengan Produk milik perusahaan B yang sering disebut “bundel” atau menjadi satu kesatuan dalam satu produk dan menjualnya ke pengguna akhir.
Untuk membuat strategi distribusi yang baik, harus difokuskan pada kebutuhan pengguna akhir. Jika pengguna membutuhkan layanan pribadi, anda dapat memanfaatkan jaringan dealer lokal atau program reseller untuk menyediakan layanan tersebut. Jika pengguna akhir lebih memilih untuk membeli online, anda dapat membuat sebuah situs web e-commerce dan sistem pemenuhan dan menjual langsung, anda juga dapat menjual ke pengecer online atau distributor yang dapat menawarkan produk anda di situs mereka sendiri.
Suka Artikel tentang Strategi Distribusi Pemasaran?
Like This yaa..
Terima Kasih
Belum puas membaca artikel tentang Strategi Distribusi Pemasaran?
Kamu butuh ilmu lainnya?
Baca dulu artikel lainnya pada rubrik Pemasaran.
Suatu saat jika Anda punya bisnis yang ingin dikembangkan, jangan sungkan-sungkan untuk menggunakan Jasa SEO di sini.
Pelajari apa itu SEO di sini.
Share your thoughts
Category : Pemasaran

